Keluarga bagi saya adalah sebuah anugrah dari Allah SWT. Di dalamnya Allah sediakan begitu besar kenikmatan, kehangatan, saling berbagi, dan saling memahami baik disaat suka maupun duka. Sekarang bagaimana kita, dari sudut pandang seorang anak, harus mengerti dan mensyukuri apa arti pentingnya sebuah keluarga.
Banyak saya jumpai orang-orang yang di sekeliling saya, yang tidak mengerti apa artinya sebuah keluarga. Karena anggota keluarga mereka yang tidak lengkap, maupun perlakuan keluarga kepadanya, yang membuatnya kecewa dan menaruh kepahitan kepada keluarganya sendiri. Sering kali saya merasa Iri kepada anak yang masih mempunyai Ayah dan Ibu, yang telah memberi kepercayaan kepadanya, tetapi masih saja membuat kecewa Orang tua.
Saya jadi ingat kepada anak yatim piatu di panti asuhan. Atau kepada anak-anak jalanan yang entah di mana Ayah dan Ibunya. Mungkin dalam kesepian hari-harinya, hatinya merindukan kehangatan sebuah keluarga. Termasuk saya sendiri yang sudah harus ditinggal sosok Ayah di bangku SMP kelas 2. Merupakan pukulan yang sangat besar khususnya bagi saya sendiri ketika Orang yang menjadi tumpuan keluarga harus pergi meninggalkan istri dan anak-anaknya. Namun saya selalu percaya Allah SWT pasti sudah mempunyai rencana lain bagi keluarga saya, bahwa tanpa Seorang Ayah pun Ibu, Kakak, dan saya bisa menjadi keluarga yang selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah SWT berikan hingga saat ini.
Bagaimana dengan kita? Seringkali kita masih sering mengeluh, mengapa kita memiliki Ayah yang tidak perhatian dengan kita, atau Ibu yang memiliki pemikiran yang kolot dan tidak sesuai dengan kita? Ingatlah di luar sana masih banyak orang yang tidak mengerti arti sebuah keluarga. Mereka sangat ingin sekali memilikinya. Mengapa kita tidak pernah belajar bersyukur untuk keluarga yang Tuhan berikan kepada kita?
Sekarang saya begitu memahami arti pentingnya sebuah peranan keluarga yang bisa menjadi motivasi, penyemangat, maupun inspirasi saya dalam melakukan setiap langkah kehidupan di dunia ini. Terutama Ibu saya yang bukan hanya menjadi sosok seorang Ibu yang menyayangi anaknya tapi juga seorang kepala keluarga yang tanpa kenal lelah terus berjuang untuk membesarkan anak-anaknya hingga kini tanpa meminta bayaran sepeser rupiah pun, Subhanallah..!!! Itulah sosok ibu bagi saya,,
karena saya percaya bila seorang Orang tua ikhlas dan ridho maka Insya Allah semua kehidupan di dunia ini bakal terasa amat ringan walaupun rintangan dan cobaan yang ada dalam kehidupan ini.
"Keridhaan Allah tergantung kepada keridhaan kedua orang tua dan murka Allah pun terletak pada murka kedua orang tua. (HR. Al Hakim)".
Syukuri
Allah SWT pasti memiliki alasan dan rencana, ketika Dia menempatkan kita dalam sebuah keluarga, tempat di mana kita dilahirkan, dirawat, dan dibesarkan. Terlepas dari keadaan ekonomi yang seperti apakah keluarga yang Allah SWT pilih untuk kita, namun yang pasti Allah SWT tahu, itu adalah keluarga yang terbaik untuk kita. Pernahkah kita bersyukur atas keluarga yang Allah SWT anugrahkan kepada kita? Dalam keadaan dan masalah apapun yang ada di dalamnya, dapatkah kita mengucapkan terimakasih atas orang tua dan saudara-saudara yang kita miliki? Mungkin kita sering melihat keluarga lain lebih harmonis, mereka lebih berkecukupan, tanpa masalah apapun. Tapi ingatlah bahwa Allah SWT juga memiliki rencana yang indah atas keluarga kita. Yang seharusnya kita lakukan hanyalah senantiasa membawa keluarga kita ke dalam doa. Belajar mensyukuri orang tua yang kita miliki, karena merekalah pemberi cahaya di bumi, untuk merawat, menjaga, dan membesarkan kita.
Bangun hubungan
Sebuah keluarga yang harmonis pasti dibangun dengan hubungan yang baik antara anak dan orang tua. Permasalahan yang sangat umum yang dihadapi setiap keluarga adalah soal hubungan. Kurangnya waktu kebersamaan dan komunikasi yang terbuka menjadi penyebab dasar dari renggangnya hubungan dalam keluarga. Memulai sebuah hubungan memang tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan. Semuanya perlu waktu dan proses untuk mencapai hubungan yang baik dan harmonis. Namun kita dapat memulainya dengan hal-hal yang sederhana. Mulailah dengan menyediakan waktu untuk orang tua dan keluarga, sisihkan waktu dari kesibukan kita sehari-hari untuk ngobrol santai dan bertukar pikiran dengan mereka.
Belajar Mendengarkan dan Menghormati.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar